60 Persen Warga AS Setuju Cryptocurrency Dalam Kampanye Politik

60 Persen Warga AS Setuju Cryptocurrency Dalam Kampanye Politik

News
October 30, 2018 by adi
223
Salah satu lembaga riset berbasis blockchain di AS, Clovr, dalam hasil risetnya menyebut 60 persen warga AS sepakat cryptocurrency diberlakukan  seperti halnya Fiat dalam kampanye politik. Survei itu dilakukan dengan melibatkan 1.023 responden.
Cryptocurrency Dalam Kampanye Politik

Hasil survei yang dilakukan oleh Clovr, 60 persen warga AS menyetujui jika cryptocurrency dalam kampanye politik. Cryptocurrency perlu mendapat perlakuan yang sama seperti Fiat, dolar AS. Lembaga survei Clovr tersebut adalah lembaga survei berbasis blcokchain. Survei tersebut dilakukan pada 1.023 responden di Amerika Serikat.

Cryptocurrency dianggap memenuhi syarat untuk dapat digunakan sebagai media donasi kampanye politik. Oleh sebab itu, sebagian responden menyebut cryptocurrency sebaiknya berada dalam aturan yang sama seperti halnya dolar AS.

Angka tertinggi dalam hasil survei itu adalah berasal dari partai Republik. Setidaknya ada 63 persen dari partai republik yang menerima crypto dalam kampanya politik. Sedangkan untuk partai Demokrat sebesar 52 persen, dan independen sebanyak 45 persen.

Sedangkan 73 persen responden yang sudah familiar dengan cryptocurrency, mempercayai bahwa cryptocurrency dalam kampanye politik cukup aman untuk digunakan.

Survei Clovr
Hasil survei Clovr, melibatkan 1.023 responden di Amerika Serikat.

Dalam hasil survei tersebut juga mengungkap bahwa responden yang berasal dari pemilih independen lebih progresif ketimbang dari partai Republik maupun Demokrat. Hal tersebut terutama menilai dari sisi yang berkaitan dengan kebijakan luar negeri, seperti layanan sosial, hingga ranah ekonomi.

Meski cryptocurrency sudah cukup populer, namun di beberapa negara bagian di AS juga tidak banyak yang menggunakannya sebagai media penerimaan donasi untuk aktifitas politik. Salah satu penyebab utamanya adalah karena persoalan anonimitas penyumbang.

Salah satu aturan dari badan etik di Kansas pada bulan Oktober 2017 misalnya, menyatakan bahwa cryptocurrency masih membutuhkan pengawasan yang ketat. Mark Skoglund dari Badan Etik Kansas mengatakan bahwa Bitcoin adalah mata uang digital. Tidak mempunyai nilai fisik, hanya alfanumerik secara online saja, dan tidak didukung oleh pemerintah. Meski demikian, Mark juga menyatakan bahwa meski nilainya berubah cukup ekstrim, bitcoin sudah digunakan oleh jutaan orang di dunia.

Dari total 26 persen responden yang tidak setuju, menitikberatkan pada masalah keamanan dari cryptocurrency. Padahal sejak pasca tahun 2014, telah banyak juga yang menggunakan Bitcoin untuk menerima donasi dalam kampanye politik.

Sebut saja seperti Austin Petersen dari Partai Republik, saat itu dia bahkan menerima total USD 9.700. Menurutnya salah satu sumbangan itu juga dalam bentuk bitcoin, sebesar 0,284 BTC. Ketika harga bitcoin menjulang tinggi di penghujung tahun 2017, nilai total sumbangan tersebut naik drastis mencapai USD 4,500.

 

 

Add a comment