Menu

Bagaimana Implementasi Blockchain Untuk Tracking Supply Chain

  Dibaca : 45 kali
Bagaimana Implementasi Blockchain Untuk Tracking Supply Chain

Teknologi tentang blockchain memang banyak bermanfaat. Salah satunya adalah implementasi blockchain untuk tracking supply chain di sebuah perusahaan maupun industri logistik. Supply chain adalah sebuah sistem organisasi dengan perannya masing-masing yang saling terkait dalam pergerakan suatu produk atau jasa.

Dalam hal ini, pergerakan sebuah produk maupun jasa itu, berlangsung mulai dari pemasok, hingga ke tangan pelanggan. Mengelola sistem dan managemen aktifitas tersebut, tentu saja akan memberikan nilai tambah di mata pelanggan, jika dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan tepat guna.

Teknologi blockchain, dapat memberikan sistem yang cukup membantu managerial keseluruhan aktifitas dalam supply chain tersebut, menjadi sebuah sistem yang jauh lebih transparan, dan meminimalisir banyak potensi merugikan.

Pihak produsen, menjadi lebih punya banyak kesempatan untuk dapat memonitor seluruh prosesnya tersebut dengan cukup mudah, hingga produk atau barang tersebut sampai di tangan konsumen sepenuhnya.

Jika konsumen tersebut dapat memastikan bahwa barang tersebut  benar-benar berasal dari pihak produsen sepenuhnya, tentu saja memberikan daya tawar tinggi untuk perusahaan tersebut. Dalam hal ini, akan jauh lebih punya manfaat untuk bidang-bidang industri yang selama ini berpotensi besar untuk dipalsukan. Sementara di sisi konsumen, mereka tentu layak mendapatkan perlindungan maksimal atas keaslian produk dan kebutuhannya dipasaran.

Bagaimana Implementasi Blockchain Untuk Tracking Supply Chain

Implementasi blockchain dan IoT dapat dilakukan ke dalam supply chain untuk mempermudah tracking, dan memonitor sebuah produk. (gambar: IoT Hub)

Implementasi blockchain untuk tracking Supply chain ini dapat juga dikombinasikan menggunakan IoT. Misalnya dengan menggunakan IoT tersebut agar dapat dimasukkan ke dalam kemasan produk. Namun tentu saja, diharapkan komponen yang ditanamkan dalam label maupun kemasan itu tidak mudah rusak.

Dengan penggunaan label khusus tersebut, seluruh informasinya kemudian dibubuhi dengan timestamp (penanda waktu) dan dimasukkan ke dalam blockchain. Dengan demikian, keseluruhan informasi baik sejak saat produk dihasilkan, didistribusikan, hingga jatuh ke tangan konsumen, akan mudah untuk dilacak dan dimonitor tanpa ada keraguan.

Konsumen, juga dapat menilik otentikasi tersebut dengan cukup mudah. Ketika produk dibuka, rusak, ataupun jika dirusak, dimana dan kapan peristiwa itu terjadi pun dapat diketahui. Tidak hanya bagi konsumen, pihak distributor, juga dapat mempunyai kesempatan untuk bisa memastikan keaslian sebuah produk.

Penerapannya juga dapat dilakukan untuk berbagai industri. Mulai dari industri logistik, produsen kosmetik, kebutuhan pangan, perusahaan pertambangan minyak dan gas, emas, dan juga untuk produsen barang berharga atau perhiasan.

Misalnya saja perusahaan Richemont, sebuah perusahaan perhiasan mewah asal Swiss yang juga cukup tertarik menggunakan teknologi blokchain untuk perusahaannya. Richemont adalah perusahaan dibalik satu merek perhiasan terkenal, Cartier.

RIchemont, mengungkapkan hal tersebut melalui Jin Keyu, salah satu anggota dewan di Richemont. Jin Keyu yang juga ekonom terkenal dan juga sebagai seorang profesor di London School of Economic ini menganggap teknologi blockchain akan banyak berpengaruh dan berpotensi dapat merestrukturisasi seluruh  spektrum ekonomi.

Jin Keyu mengatakan, ”Sebagai perusahaan induk dari Cartier, Richemont baru-baru ini memutuskan untuk menggunakan blockchain untuk proses tracking berlian, batu, dan emas sampai ke tambang atau pabrik daur ulang. Untuk semua jam tangan yang kami jual, kami juga berharap agar bisa melacak asal sumber dan memvalidasi keasliannya menggunakan blockchain,” terangnya.

Dialektika tentang implementasi blockchain untuk tracking supply chain sebenarnya telah berjalan cukup lama. Telah cukup banyak juga konverensi, jurnal dan kajian yang menunjukkan bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Disamping itu, juga telah banyak bermunculan startup, blockchain services yang memberikan framework untuk hal tersebut.

Sebut saja seperti IBM, CISCO, dan banyak platform lain yang menyediakan kemudahan integerasi blockhain dan IoT untuk supply chain. Sedangkan Richemont, hanyalah satu saja dari begitu banyak perusahaan yang cukup memberikan perhatian khusus dan berencana menggunakan teknologi tersebut.

 

Editor:
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional