Binance Tolak Tudingan Kena Retas

Binance Tolak Tudingan Kena Retas

News
February 9, 2018 by adi
689
Bursa Kripto Binance tolak tudingan kena retas melalui tweet resminya. Tweet tersebut diposting setelah berkembang rumor yang menyatakan bahwa bursa itu terindikasi kena retas beberapa hari lalu.
Binance Tolak Tudingan Kena Retas

Bursa kripto Binance asal Beijing, yang telah berdisi sejak bulan Juli 2017, menolak dikatakan telah diretas, setelah banyak muncul rumor ketika bursa tersebut mulai ada masalah sejak 7 Pebruari lalu. Tepatnya pada hari Rabu sore waktu setempat lalu, bursa itu mengklaim sedang melakukan maintenance.

Rumor pun makin berkembang, ketika memicu sejumlah kekhawatiran dari banyak postingan di twitter menyoal hal itu. Rumor yang berkembang itu diawali dengan tweet John McAfee di akunnya, yang memposting tentang Binance, lantara ia banyak menerima informasi tentang potensi peretasan yang telah menimpa bursa itu.

tweet John McAfee

Di postingan twitter pada 8 Pebruari lalu, pihak Binance tolak tudingan kena retas tersebut. Dituliskan, “Binance tidak kena retas. Mohon untuk tidak menyebarkan informasi yang salah. Jika anda ingin mengetahui kabar terbaru perbaruan sistem kami, silahkan mengikuti akun resmi twitter kami, @cz_binance atau @binance_2017”.

Sebelumnya di hari Rabu, proses maintenance yang dilakukan bursa tersebut dikabarkan mengalami masalah. Akibatnya, proses transaksi baik jual beli dan penarikan di bursa tersebut terhambat. Atas hal itu, pihak Binance juga telah menginformasikan adanya kendala tersebut, kemungkinan proses perbaruan sistem bursa itu mungkin akan memakan waktu hingga Jumat malam nanti.

CEO Binance, Changpeng Zhao melalui akun twitternya juga menginformasikan kebenaran kendala yang terjadi tersebut. Ia menyebut bahwa kendala yang terjadi disebabkan ada ketidak cocokan data di database server replika Binance. Akibatnya, proses singkronisasi data itu mungkin akan memakan waktu beberapa jam. Changpeng juga menyebut bahwa proses perbaikan yang masih dilakukan pihaknya tidak akan mengakibatkan hilangnya data.

Sampai sejauh ini, Changpeng juga masih terus memberikan informasi terbaru melalui akun twitter pribadinya. Kurang lebih satu jam lalu, ia menyebut bahwa Binance juga masih berupaya untuk menambahkan API untuk proses checking status sistem mereka. Sedangkan untuk layanan support binance sendiri telah mulai difungsikan kembali dua jam sebelumnya. (adi)

Add a comment