BMW Bakal Mulai Gunakan Blockchain Untuk Mengukur Jarak Tempuh

BMW Bakal Mulai Gunakan Blockchain Untuk Mengukur Jarak Tempuh

News
May 9, 2018 by adi
1673
BMW Innovation Lab adalah salah satu bagian perusahaan BMW untuk pengembangan dan inovasi yang diluncurkan Pebruari tahun ini. Sejauh ini BMW Innovation Lab terseebut telah menggandeng kemitraan dengan lima startup blockchain.
BMW Bakal Mulai Gunakan Blockchain

Sebuah perusahaan otomotif besar yang berbasis di Munich – Jerman, BMW bakal mulai gunakan blockchain dengan menggandeng kemitraan beberapa startup berbasis blockchain. Teknologi blockchain itu digunakan untuk BMW untuk dapat melacak secara valid jarak tempuh mobilnya.

Dikabarkan dari Coindesk, bahwa BMW Group UK telah membentuk BMW Innovation Lab sebagai salah satu bagian perusahaan BMW untuk pengembangan dan inovasi di bulan Pebruari tahun ini. Sejauh ini telah menggandeng kemitraan dengan lima startup blockchain.

Mike Dennett, CEO BMW Group Financial Services mengatakan, “Industri otomotif akan mengalami banyak perubahan dalam 10 tahun mendatang, dibandingkan dengan apa yang telah terjadi 20 tahun terakhir. Kami harus bertindak sekarang dan menerapkannya di kendaraan kami agar bisa memastikan bahwa kami telah memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan, baik untuk masa sekarang dan dimasa depan”.

Kelima startup berbasis blockchain yang telah dipilih itu adalah Proximo, Ocasta, Overfit Technologies, easyCar Club, dan juga DOVU. Sedangkan untuk DOVU, segmentasi platformnya adalah untuk sektor otomotif. DOVU, memungkinkan pengguna mobil untuk bisa berbagi data dan mendapatkan reward sebagai salah satu fungsi untuk menciptakan ekonominya sendiri. Beberapa bulan lalu, Dovu berhasil memperoleh pendanaan hingga USD 6 juta melalui Initial Coin Offerings (ICO).

Gagasan untuk menggunakan blockchain itu dilandasi dengan pemikiran tentang sejauh mana sistem di dalam mobil BMW dapat memahami berbagai aktivitas yang telah dilakukan, sehingga dapat dilihat melalui kendaraan itu dan memberikan implikasi kepada penggunanya.

Terkait dengan sistem pelacakan jarak tempuh, Alex Morris dari Doku menerangkan bahwa menurut pihak BMW, sistem pelacakan jarak tempuh otomatis pada mobil sejauh ini tidak dapat diandalkan. Hal itu karena tidak dapat memberikan informasi yang benar-benar diinginkan oleh perusahaan.

“Yang kami lakukan pada dasarnya adalah untuk mencoba membangun ekonomi melingkar di platform DOVU. Pengemudi dapat memperoleh token, dan token itu dapat digunakan untuk berbagai layanan. Misalnya, mengganti ban atau servis lain yang serupa di mitra-mitra yang telah ada di ekosistem Dovu. BMW yang juga sebagai salah satu mitra, dapat mendefinisikan kategorisasi khusus untuk sistem reward di dalam smart contract. Selama parameter itu telah ditentukan di smartcontract, maka mereka bisa mendapatkan token,” terang Alex.

Kemitraan antara BMW dan juga DOVU, akan menggunakan parameter khusus dalam pemberian reward pengemudi nantinya dengan jarak tempuh. Sehingga, keseluruhan data jarak tempuh secara tersebut juga akan mampu disimpan melalui blockchain DOVU. Kabarnya, DOVU ini juga tengah mulai memproyeksikan beberapa aspek lain untuk melengkapi aspek data di dalam pratformnya. Misalnya tentang data transit publik di area metropolitan beberapa kota dan beberapa hal lain.

Add a comment