Jack Ma – Blockchain Tidak Berarti Apa-apa | Edukasi Bitcoin

Jack Ma – Blockchain Tidak Berarti Apa-apa

Jack Ma – Blockchain Tidak Berarti Apa-apa

News
September 19, 2018 by adi
2623
Pendiri Alibaba, Jack Ma, menilai bahwa teknologi blockchain masih tidak berarti apapun kecuali sudah berhasil membantu industri manufaktur dan melindungi ekosistemnya. Tidak hanya blockchain, namun juga untuk artificial intelligence (AI), maupun Internet of Things (IoT).
Jack Ma – Blockchain Belum Buktikan Manfaatnya Pada Dunia

Di event World Artificial Intelligence Conference yang digelar di Shanghai, China, Jack Ma memberikan komentarnya tentang teknologi blockchain, AI maupun IoT. Pada event yang berlangsung dua hari sejak 17 sampai 19 September itu, Jack Ma menilai bahwa teknologi baru itu masih belum membuktikan manfaatnya pada dunia.

Teknologi yang dimaksud adalah teknologi blockchain, artificial intelligence, dan juga IoT. Dalam komentarnya, pendiri Alibaba ini mengatakan, “teknologi blockchain tidak berarti apa-apa. Kecuali itu membantu kami mengubah industri manufaktur dan melindungi ekosistem industrinya,” terangnya.

Saat bertindak sebagai salah satu keynote di agenda tersebut, Jack Ma memang lebih memfokuskan pendapatnya pada sekian banyak kesalahpahaman tentang artificial intelligence (AI). Salah satunya adalah bagaimana peran yang seharusnya dapat dimainkan oleh teknologi AI tersebut di masa depan.

Alibaba sendiri, cukup ambisius untuk dapat mengintegerasikan teknologi blockchain untuk layanannya itu. Bahkan, Jack Ma dengan Alibaba miliknya, sudah tidak asing dengan teknologi distributed ledger, atau yang kerap disingkat dengan DLT.

Kabarnya, Alibaba dan IBM bahkan telah memegang 90 paten terkait dengan pemanfaatan DLT di seluruh dunia.  Meski demikian, beberapa perusahaan besar di Cina juga menghadapi rintangan yang cukup besar.

Permasalahan utamanya adalah karena harus berhadapan dengan persoalan regulasi yang melarang cryptocurrency di Cina. Padahal beberapa perusahaan besar sekelas Alibaba lain seperti Baidu dan Tencent juga banyak bereksplorasi dengan teknologi blockchain.

Hambatan persoalan regulasi yang melarang itu, pada akhirnya membuat Alibaba, Baidu, dan Tencent melucuti layananya yang berkaitan dengan perdagangan cryptocurrency. Di aplikasi WeChat, juga telah melarang menyebarkan hype apapun yang berkaitan dengan cryptocurrency. Hal tersebut harus dilakukan agar tidak melanggar aturan yang telah ditentukan di Tiongkok.

Alibaba dan Tencent kemudian melarang transaksi cryptocurrency di aplikasi pembayaran selulernya. Pada aplikasi Alipay pun harus memblokir dan membatasi semua akun yang memperdagangkan cryptocurrency. Alipay ini didirikan oleh Ant Financial yang masih satu grup di Alibaba.

Add a comment