Sudah Merugi, Masih Harus Bayar Pajak Kripto Tinggi

Sudah Merugi, Masih Harus Bayar Pajak Kripto Tinggi

News
November 4, 2018 by adi
528
Seorang mahasiswa dengan nama samaran u/throwaway283921 tak hanya bernasib sial, namun juga tertimpa tangga. Di posting di forum reddit, mahasiswa tersebut merugi besar setelah berinvestasi crypto. Belum lagi, dia harus ditarik pajak yang tinggi di Coinbase.
Pajak Kripto Tinggi

“Sudah jatuh tertimpa tangga”, peribahasa itulah yang dialami seorang mahasiswa dengan nama samaran u/throwaway283921. Ia memposting peristiwa yang dialaminya di forum Reddit, dua hari lalu. Setelah harga kripto yang menjulang tinggi, total modal modal investasi sebesar USD 5000 di bulan Mei tahun lalu memang sempat meraup untung besar.

Dari total modal investasinya setahun lalu, di penghujung tahun 2017 menjadi USD 880.000, atau  sekitar 13,1 milyar di kurs rupiah saat ini. Kisah manis itu kemudian berubah drastis. Harga kripto mendadak turun luar biasa di tahun 2018.

Nilai aset mahasiswa tersebut saat ini hanya berkisar sekitar USD 125.000 atau sekitar 1,8 milyar rupiah saja. Di awal tahun 2018, mahasiswa tersebut mencoba banyak peruntungan untuk berinvestasi di berbagai proyek ICO.

Naas ternyata nasib yang dialami tidak sesuai dengan pengharapan, kebanyakan proyek ICO yang diikuti adalah proyek-proyek ICO yang buruk. Tidak hanya sampai disitu, kesialan bertambah ketika ada sepucuk pemberitahuan dari pihak Coinbase, terkait dengan kewajiban untuk membayar pajak kripto tinggi yang harus ditanggung.

Notifikasi tanggungan pajak kripto yang dikeluarkan oleh Coinbase, adalah tanggungan pajak yang harus dibayar di tahun 2017. Tidak tanggung-tanggung, nilai pajak itu bernilai total sebesar USD 592.700, atau sekitar 8,8 milyar rupiah.

Tertimpa Pajak Kripto Tinggi

Dengan total aset miliknya yang kini hanya bernilai USD 125, membuat mahasiswa tersebut pusing bukan kepalang. Tidak tau harus kemana meminta pertolongan untuk dirinya.

Berupaya untuk mengejar nilai pajak kripto tinggi yang harus dibayar, mahasiswa naas itu bahkan sampai bekerja sambilan dengan upah sebesar USD 12 per jam di salah satu perusahaan, Barnes & Noble. Nampaknya, upaya tersebut pun tidak bakal mampu menutup jumlah total pajak yang harus segera dibayar.

Salah satu komentar di forum yang sama, mencoba menyarankan untuk meminta nasihat dari konsultan pajak. Tidak lain untuk membicarakan situasi pelik yang dihadapi, serta mencoba untuk mengajukan angsuran dalam pembayaran pajak, jika memungkinkan. Setidaknya upaya pendekatan tersebut adalah sebagai upaya untuk berkompromi dengan instansi perpajakan terkait.

 

Add a comment