Partai Demokrat Thailand Pilih Ketua Baru Dengan Blockchain Zcoin

Partai Demokrat Thailand Pilih Ketua Baru Dengan Blockchain Zcoin

Partai Demokrat Thailand Pilih Ketua Baru Dengan Blockchain Zcoin

Altcoin News
November 14, 2018 by adi
475
Partai Demokrat di Thailand, menggunakan blockchain Zcoin saat melakukan pemilihan ketua partai baru yang digelar pada awal bulan November ini. Hal ini diketahui setelah ada lonjakan transaksi yang tinggi pada tanggal 1-9 November lalu.
pemilihan-partai-demokrat-thailand

Selama tanggal 1-9 November, ada lonjakan transaksi besar pada blockchain Zcoin. Selama rentang waktu tersebut, ada ratusan hingga ribuan transaksi yang terjadi di setiap block blockchain Zcoin. Setelah ditelusuri pihak Zcoin, ternyata lonjakan transaksi tersebut terjadi lantaran Partai Demokrat di Thailand menggelar pemilihan ketua umum partai yang baru.

Pada bulan Oktober yang lalu, Korn Chatikavanij, mantan Menteri Keuangan Thailand mengatakan bahwa salah satu partai di Thailand, yakni partai Demokrat, mulai menggunakan teknologi blockchain dalam memilih ketua umum partainya.

zcoin-blockchain
Transaksi Zcoin melonjak pada tanggal 1-9 November.

Partai Demokrat ini adalah salah satu partai tertua di Thailand. Partai Demokrat juga menjadi salah satu partai dari tiga partai terbesar yang ada di Thailand. Dua partai besar lain adalah partai Thai (Pheu Thai), dan partai Bangsa Besar.

Pada bulan Maret 2018, total jumlah partai baru yang mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Thailand mencapai 34 partai. Selama dua dekade, partai Demokrat dan juga Pheu Thai cukup mendominasi di Thailand.

Sebelumnya, pemilihan ketua umum partai dilakukan oleh anggota parlemen partai dan ketua partai. Untuk pertama kalinya pemilihan ketua umum partai Demokrat tersebut dilakukan secara langsung, oleh seluruh anggota partai Demokrat yang memenuhi syarat untuk bisa memilih. Terlebih, pemilihan itu dilakukan menggunakan teknologi blockchain dari Zcoin.

Total suara yang telah dilakukan pada pemilihan ketua umum partai Demokrat itu berjumlah 127.479 suara yang berasal dari seluruh penjuru Thailand. Di dalam rilis pihak Zcoin Selasa kemarin (13/11/18), total transaksi untuk pemilihan suara saat itu menjadi pemilihan umum pertama di dunia yang menggunakan teknologi blockchain.

Pemungutan suara yang dilakukan dengan teknologi blockchain menjadi salah satu solusi mutakhir. Terutama dengan kemampuannya untuk meminimalisir kecurangan, dan melindungi bahwa hasil voting yang dilakukan tidak dapat dimanipulasi atau rusak.

Pemilihan ketua umum partai

Apa yang dilakukan oleh Partai Demokrat di Thailand, menjadi contoh nyata bahwa teknologi blockchain yang bersifat terdesentralisasi dapat bermanfaat dalam sistem pemilihan umum atau voting. Pada umumnya, sistem e-voting kebanyakan dilakukan melalui penggunaan database yang bersifat terpusat, dikendalikan oleh pihak administrator.

Adanya pihak terpusat yang dikendalikan oleh administrator tertentu itu menjadi celah adanya tindak kecurangan. Para pemangku kebijakan di partai Demokrat Thailand nampak tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Mekanisme pemilihan yang memanfaatkan teknologi blockchain kemudian disetujui oleh semua kandidat, dan diverifikasi oleh penasihat IT partai, dan akhirnya disetujui oleh Komisi Pemilihan Thailand.

Zcoin dianggap tepat, karena blockchain Zcoin tidak ada sentralitas sebagai otoritas kontrol. Pemungutan suara untuk pemilihan ketua umum partai Demokrat itu dilakukan dengan dua metode. Pertama, pemungutan suara dilakukan secara serentak menggunakan sistem berbasis Rapsberry Pi, Kedua, berfungsi sebagai alternatif adalahh menggunakan D-Elect yang mengharuskan pemilih untuk mengirim ID Foto pemilih.

Pada sistem pemilihan umum yang dilakukan, melibatkan dua data set umum, yakni dokumen identifikasi, dan juga penghitungan suara. Dataset keduanya itu lantas dienkripsi dan disimpan kedalam IPFS (InterPlanetary File System).  Setelah tersimpan, nilai hash penyimpanan di IPFS itu kemudian disimpan pada blockchain Zcoin melalui proses transaksi.

Sedangkan pada proses entri data set di IPSF tersebut dapat dilakukan dengan proses enkripsi suara atau hasil voting beserta identitas pemilih untuk melindungi privasi pemilih. Proses enkripsi dengan privasi penuh itu dapat dilakukan secara kriptografis melalui skema Shamir’s Secret Sharing.

Metode Shamir’s Secret Sharing tersebut adalah metode untuk memastikan bahwa tidak ada satupun entitas data yang dapat di decrypted setelah dienkripsi tanpa ada persetujuan dari pihak pemilih yang bersangkutan, atau pemangku kebijakan terkait dalam pemilihan itu.

Dalam hal ini, proses identifikasi pemilih hanya dapat dienkripsi oleh anggota Komisi Pemilihan Thailan atau perwakilan dari Partai Demokrat untuk memastikan data pemilih dan memverifikasi kelayakan pemilih itu.

Enkripsi data voting itu dilakukan setelah mendapat persetujuan oleh semua pihak. Setelah seluruh proses pemilihan selesai dilakukan, hasil pemungutan suara selanjutnya dapat diproses seluruhnya dalam waktu 12 jam.

 

 

Add a comment