Penggagas Crypto Anarchist Manifesto, Tim May Meninggal

Penggagas Crypto Anarchist Manifesto, Tim May Meninggal

Penggagas Crypto Anarchist Manifesto, Tim May Meninggal

Bitcoin Jurnal
December 18, 2018 by adi
326
Timothy Brian Alexander May, atau yang akrab dipanggil dengan Tim May meninggal dunia di usianya yang ke 56 tahun. Tim May adalah salah satu tokoh berpengaruh untuk Bitcoin maupun WikiLeaks. Di tahun 1988, Tim May menulis tentang “The Crypto Anarchist Manifesto”.
Penggagas Crypto Anarchist Manifesto, Tim May Meninggal

Salah satu pendiri Cypherpunk, Timothy C. May, atau yang akrab dipanggil dengan Tim May telah berpulang pekan lalu. Kabar tersebut disebarkan pertama kali oleh salah seorang temannya yang bernama Lucky Green melalui akun facebooknya hari Sabtu (15/12/18).

Selain menjadi salah satu tokoh pendiri Cypherpunk, Tim May yang bernama lengkap Timothy Brian Alexander May ini juga menjadi salah satu tokoh berpengaruh untuk Bitcoin maupun WikiLeaks. Di tahun 1988, Tim May menulis tentang “The Crypto Anarchist Manifesto”. Pada tulisannya tersebut, Tim May sudah memperkirakan bahwa kemajuan teknologi akan memungkinkan setiap individu dapat berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung secara anonim, tanpa campur tangan pemerintah.

Tim May cukup yakin, bahwa perkembangan tersebut nantinya dapat mengubah sifat dan peraturan  pemerintah sepenuhnya. Baik dalam hal pengelolaan dan pemungutan pajak, hingga kontrol interaksi dalam hal perekonomian.

Prinsip yang diyakini Tim May yang kemudian dituliskan di dalam artikelnya tersebut berakar dari semangat libertarian. Menurutnya, akar libertarianisme jauh daripada sekedar teori formal saja tentang hakikat manusia.

Privasi atas arsip dan dokumen pribadi, seluruh barang pribadi, merupakan filosofi politik yang harus dijauhkan dari campur tangan pihak otoritas yang berwenang. Seluruh hal tersebut adalah privasi dan hak asasi setiap individu.

Biografi Timothy C. May

Tim May dilahirkan pada tahun 1951 di San Diego. Ayah Tim May adalah seorang perwira angkatan laut. Keluarga Tim May kemudian memutuskan untuk pindah ke Washington DC ketika ayahnya dipindahtugaskan di wilayah tersebut.

Sejak berusia kurang lebih 12 tahun, Tim May cukup gemar membaca komik fiksi ilmiah. Saat mulai jenjang sekolah menengah di tahun 1967, Tim May cukup gemar membaca novel Ayn Rand yang berjudul “Atlas Shrugged”.

May menyebut bahwa dirinya bahkan membaca novel fiksi ilmiah itu selama tiga hari tanpa henti. May berencana untuk menulis artikel tentang aksi “anti trust” dari Sherman Act di tahun 1890. Saat itu, May merasa perlu membalas hinaan gurunya dengan menulis artikel tersebut, seperti dilansir dari Reason.com (16/12/18).

May lantas melanjutkan pendidikannya ke Universitas Kalifornia di Santa Barbara. Tim May mengambil studi Fisika, dan kemudian mendapatkan pekerjaan di Intel. Pada saat itu, Tim May termasuk salah satu orang yang masuk di masa-masa awal perusahaan Intel tersebut.

Berangkat dari perusahaan itulah Tim May banyak membuahkan karya dan temuan pentingnya. Di tahun 1979 misalnya, Tim May menerbitkan makalah tentang masalah penting yang mengganggu memori chip. Di tahun 1986, Tim May kemudian pensiun dari Intel di usianya  yang menginjak 34 tahun.

Setelah pensiun, kemudian di tahun 1987 bertemu dengan Phil Salin, seorang ekonomis dan enterpreneur setelah dipertemukan dengan temannya yang bernama Chip Morningstar. Pertemuan itulah yang kemudian menuntunnya untuk membuat konsep tentang Crypto Anarchist Manifesto.

The Crypto Anarchist Manifesto

Pertemuan antara Tim May dengan Phil Salin itulah yang pada nantinya muncul “The Crypto Anarchist Manifesto” di tahun 1988. Phil Salin sendiri adalah pendiri American Information Exchange (AMiX). Perusahaan tersebut adalah salah satu perusahaan pasar online pertama untuk jual beli informasi.

Tim May menilai bahwa Phil Salin adalah salah seorang libertarian. Meski banyak pandangan antar keduanya hampir mirip, namun Tim May berpendapat bahwa platform e-commerce Phil Salin tidak sesuai dengan anarki May.

May menganggap e-commerce Phil Salin berpotensi mengurangi biaya transaksi, meski dapat memfasilitasi perdagangan lintas batas negara, namun tidak banyak keahlian lokal yang tersedia. Hal tersebut dinilai karena orang kebanyakan tidak akan mau untuk menjual barang apapun tanpa ada arti.

Berkata kepada Salin, bahwa versi teknologi tinggi dari Bradley Manning ataupun Edward Snowden mungkin akan lebih punya potensi besar. Hingga kemudian May mengusung gagasan tentang “BlackNet”.

Dengan BlackNet itu, artinya seluruh negara dengan undang-undang ekspor, paten, keamanan nasional dan sejenisnya dianggap sebagai penggalan jaman pra cyberspace saja. Meski demikian, ada satu kelemahan yang ada, karena semuanya itu masih bergantung dengan mata uang dari pemerintah.

Menurut May, BlackNet tidak dapat berfungsi tanpa adanya mata uang digital non-pemerintah. Oleh karena itu, salah satu persoalan terbesarnya adalah, haruslah ada mata uang digital yang tidak diterbitkan oleh pemerintah manapun, sehingga metode pembayaran tersebut menjadi tidak dapat dilacak.

Sejauh masa itu, seluruh alat pembayaran menggunakan mata uang yang ada, dapat dilacak melalui informasi transaksi Visa. Atas dasar itu kemudian May mengutip temuan David Chaum di tahun 1985. Makalah David Chaum tersebut berjudul “Security Without Identification: Transaction System to Make Big Brother Obsolete”.

Makalah yang ditulis oleh David Chaum tersebut sudah menerapkan cabang ilmu kriptografi. Ilmu Kriptografi ini adalah teknik untuk mengirim pesan secara rahasia, agar bisa diaplikasikan secara nyata. Berawal dari makalah tersebut, maka terbukalah ide-ide dan inovasi tentang skema mata uang digital baru yang dapat memanfaatkan ilmu kriptografi dalam menyembunyikan identitas pengguna.

Sejak saat itu, Tim May cukup yakin bahwa pada suatu saat nanti akan muncul sistem mata uang digital yang tidak diterbitkan dari pemerintah manapun, bersifat terdesentralisasi cukup memungkinkan untuk bisa diwujudkan.

Landasan pemikirannya sudah jelas, bahwa public key yang memanfaatkan komputasi jaringan dapat terwujud dan merevolusi struktur kekuasaan sosial nantinya. Tim May juga melihat ada sebuah gagasan mata uang digital di tahun 1976 agar orang-per-orang dapat saling berkomunikasi secara rahasia secara anonim, menggunakan nama samaran (pseudonym).

Sejak saat itu, Tim May di bulan September 1988 menuliskan sebuah artikel berjudul “The Crypto Anarchist Manifesto”. Pada dasarnya manifesto anarki kripto yang ditulis oleh Tim May tersebut terilhami dari Manifesto Komunisme yang pernah dituliskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engles. Hanya saja, Tim May banyak menggariskan pemahamannya tersebut dalam ranah perkembangan teknologi sebagai pemicu utamanya.

Tulisan yang dibuat oleh Tim May tersebut terdiri dari 497 kata. Tulisan tersebut pada akhirnya akan cukup berpengaruh pada komunitas kripto, terutama komunitas kripto di forum Cypherpunk. Berikut adalah tulisan lengkapnya:

The Crypto Anarchist Manifesto
Timothy C. May
tcmay@netcom.com


A specter is haunting the modern world, the specter of crypto anarchy.

Computer technology is on the verge of providing the ability for individuals and groups to communicate and interact with each other in a totally anonymous manner. Two persons may exchange messages, conduct business, and negotiate electronic contracts without ever knowing the True Name, or legal identity, of the other. Interactions over networks will be untraceable, via extensive re-routing of encrypted packets and tamper-proof boxes which implement cryptographic protocols with nearly perfect assurance against any tampering. Reputations will be of central importance, far more important in dealings than even the credit ratings of today. These developments will alter completely the nature of government regulation, the ability to tax and control economic interactions, the ability to keep information secret, and will even alter the nature of trust and reputation.

The technology for this revolution–and it surely will be both a social and economic revolution–has existed in theory for the past decade. The methods are based upon public-key encryption, zero-knowledge interactive proof systems, and various software protocols for interaction, authentication, and verification. The focus has until now been on academic conferences in Europe and the U.S., conferences monitored closely by the National Security Agency. But only recently have computer networks and personal computers attained sufficient speed to make the ideas practically realizable. And the next ten years will bring enough additional speed to make the ideas economically feasible and essentially unstoppable. High-speed networks, ISDN, tamper-proof boxes, smart cards, satellites, Ku-band transmitters, multi-MIPS personal computers, and encryption chips now under development will be some of the enabling technologies.

The State will of course try to slow or halt the spread of this technology, citing national security concerns, use of the technology by drug dealers and tax evaders, and fears of societal disintegration. Many of these concerns will be valid; crypto anarchy will allow national secrets to be trade freely and will allow illicit and stolen materials to be traded. An anonymous computerized market will even make possible abhorrent markets for assassinations and extortion. Various criminal and foreign elements will be active users of CryptoNet. But this will not halt the spread of crypto anarchy.

Just as the technology of printing altered and reduced the power of medieval guilds and the social power structure, so too will cryptologic methods fundamentally alter the nature of corporations and of government interference in economic transactions. Combined with emerging information markets, crypto anarchy will create a liquid market for any and all material which can be put into words and pictures. And just as a seemingly minor invention like barbed wire made possible the fencing-off of vast ranches and farms, thus altering forever the concepts of land and property rights in the frontier West, so too will the seemingly minor discovery out of an arcane branch of mathematics come to be the wire clippers which dismantle the barbed wire around intellectual property.

Arise, you have nothing to lose but your barbed wire fences!

Pada Manifesto Kripto yang ditulis May, memprediksi bahwa perkembangan teknologi akan banyak mengubah kekuatan serikat pekerja di abat pertengahan. Pada saat itu, temuan tentang teknologi percetakan memang sudah banyak merubah struktur sosial.

Menurut May, peristiwa terkait temuan teknologi percetakan pada akhirnya akan berulang berkat perkembangan teknologi ilmu kriptografi. Perkembangan nantinya juga akan banyak merevolusi bagaimana perusahaan dan campur tangan pemerintah dalam transaksi ekonomi akan berubah drastis.

Munculnya Forum Milis Chyperpunks

Selang beberapa waktu setelah artikel Tim May dipublikasikan, pada bulan September 1992 Tim bersama Eric Hughes dan juga Hugh Daniel menggagas ide untuk membuat forum milis bernama Cypherpunks.

Kabarnya, nama Cypherpunks tersebut berasal dari ide pacar Hudges dari sebuah permainan fiksi bernama “Cyberpunk”. Tidak lama setelah beberapa hari forum milis tersebut dirilis, sudah ada kurang lebih seratus orang yang mendaftar di forum itu.

Di tahun 1997, jumlah pendaftar baru di forum tersebut sudah mencapai hingga 2.000 orang.

Pada sampul edisi kedua majalah Wired yang terbit pada bulan May/Juni 1993, Tim May, Hudges, dan juga John Gilmore memakai topeng.

Cyperpunk
Sampul majalah Wired edisi Kedua bulan Mei/Juni 1993, Tim May, Hudges, dan juga John Gilmore memakai topeng. (Gambar: reason.com)

Ketiga tokoh di Cypherpunk yang menggunakan topeng tersebut tidak lain menggambarkan bahwa Cypherpunk merupakan forum berkumpulnya orang-orang yang ingin saling berbagi kode pemprograman dalam hal melindungi privasi.

Di dalam forum tersebut, salah satunya adalah pendiri WikiLeaks, Julian Assange. Di forum tersebut, Julian Assange menggunakan nama samaran “Proff”, dan sempat menyumbang tulisan pertamanya di tahun 1995.

Pemerintah AS pada akhirnya berupaya sekuat tenaga untuk bisa membubarkan pengaruh privasi sepenuhnya dari masyarakat. Dan pada tanggal 11 September tahun 2001, Cypherpunk dibubarkan. Namun kemudian di tahun 2012, Julian Assange meluncurkan sebuah buku tentang Cypherpunks.

Dari forum milis Cypherpunk inilah yang kemudian menjadi runtutan lahirnya Bitcoin. Meski tidak dapat diketahui apakah Satoshi Nakamoto sendiri sudah terlibat di forum yang sama sebelumnya atau tidak. Namun dari manifesto yang ditulis oleh Tim May, memang sudah menggambarkan ide-ide dasar pemanfaatan ilmu kriptografi untuk bisa mewujudkan mata uang digital berbasis kripto yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Sejarah Bitcoin, memang tidak bisa terlepas bagaimana peran forum milis Cypherpunk yang telah menelorkan sekian banyak ide-ide awal tentang pondasi perkembangan ilmu kriptografi. Berangkat dari perkembangan ilmu kriptografi di milis itu, kemudian muncul banyak gagasan dan inovasi, serta percobaan-percobaan baru untuk menggagas mata uang digital sebagai alat pembayaran elektronik.  

Sebut saja seperti HashCash yang diusulkan pertama kali oleh Adam Back, lalu kemudian muncul Bit Gold dari Nick Szabo. Hingga kemudian ada sosok ilmuan bernama Hal Finney yang kemudian banyak membantu Satoshi Nakamoto dalam proyek Bitcoin.

Meski telah dibubarkan, namun manifestasi Cypherpunk tetap mengakar pada generasi-generasi baru penerusnya. Dan setelah sepeninggal Tim May, dunia pada akhirnya mengamini bahwa prediksi awal tentang mata uang digital yang sepenuhnya terdesentralisasi benar-benar dapat terwujud melalui Bitcoin.

Add a comment