Petro, Mata Uang Kripto Venezuela Dibandrol 60 USD per Unit

Petro, Mata Uang Kripto Venezuela Dibandrol 60 USD per Unit

ICO News
February 5, 2018 by adi
183
Petro adalah mata uang kripto negara Venezuela yang telah dicanangkan oleh Nicolas Maduro sejak setahun lalu. Bulan Desember lalu, planning tersebut kembali ditegaskan oleh Maduro untuk terus berjalan. Presiden Maduro bahkan telah meresmikan lokasi Orinoco Belt sebagai dasar utama pembuatan mata uang kritp Petro.
Petro, Mata uang kripto Venezuela dibandrol 60 usd per unit, distribusi mata uang kripto negara itu akan mulai diluncurkan di bulan Pebruari ini melalui pre-sale.

Petro, Mata uang kripto Venezuela dibandrol 60 usd per unit, distribusi mata uang kripto negara itu akan mulai diluncurkan di bulan Pebruari ini melalui pre-sale. Total distribusi token yang dijual untuk publik adalah sebesar 44 juta dari total keseluruhan supply 100 juta Petro. Pemeringah Venezuela juga telah merilis resmi whitepaper Petro sejak 31 Januari lalu.

Petro ini adalah mata uang kripto negara Venezuela yang telah dicanangkan oleh Nicolas Maduro sejak setahun sebelumnya. Pada bulan Desember tahun lalu, planning tersebut kembali ditegaskan oleh Maduro untuk terus berjalan. Presiden Maduro bahkan telah meresmikan lokasi Orinoco Belt sebagai dasar utama pembuatan mata uang kritp Petro.

Mata uang kripto Venezuela ini, menjadi mata uang kripto pertama yang dibackup sepenuhnya dengan 5 milyar barel minyak yang dihasilkan dari kekayaan alam di negara tersebut. Kabarnya, penerbitan mata uang kripto Petro ini adalah meneruskan rencana mantan Presiden Hugo Chaves, sekaligus dianggap sebagai solusi jitu untuk memecahkan masalah krisis ekonomi yang melanda hebat di Venezuela.

Petro Dianggap Sebagai Jalan Keluar Krisis Ekonomi

Venezuela memang sedang menghadapi krisis ekonomi yang parah. Krisis ekonomi tersebut dipicu setelah terkena sangsi ekonomi dari Uni Eropa, ditambah dengan melemahnya harga minyak dan penurunan produksi yang terjadi. Kurang lebih 96 persen eksport negara tersebut adalah minyak mentah.

Atas gejolak krisis ekonomi yang melanda di negara itu, mengakibatkan gejolak sosial, ekonomi dan politik, kekurangan pangan, obat-obatan serta persediaan bahan pangan lainnya. Akibatnya, cukup banyak warga negara Venezuela yang terpaksa harus mencari pekerjaan di negara-negara tetangga.

Sejumlah besar perusahaan di sana juga terpaksa merumahkan sebagian besar tenaga kerjanya. Termasuk juga perusahaan besar T&T, menurut laporan UNHCR di bulan Agustus 2017, ada kurang lebih 40.000 warga negara Venezuela yang bekerja di perusahaan itu.

Atas krisis ekonomi itu, Maduro menganggap peluncuran mata uang kripto Petro adalah satu-satunya jalan yang paling tepat. Padahal, rencana peluncuran Petro ditolak oleh Senat Venezuela. Namun, Maduro tetap bersikukuh mengabaikan larangan Senat tersebut, dan tetap dengan rencana peluncuran Petro tersebut.

Whitepaper Mata Uang Kripto Venezuela Resmi Dirilis

Pemerintah Venezuela recara resmi telah merilis whitepaper Petro pada tanggal 31 Januari lalu. Dituliskan di whitepaper tersebut, total supply mata uang kriptonya adalah sebesar 100.000.000 Petro. Kurang lebih 44 juta unit Petro siap untuk didistribusikan mulai tanggal 20 Pebruari melalui program pre-sale.

Dijelaskan juga di whitepaper itu, bahwa pemerintah Venezuela akan menjamin bahwa mata uang kripto Petro, juga diterima sebagai alat pembayaran pajak dinegara tersebut. Termasuk juga untuk pembayaran iuran dan layanan publik.

Penjualan token secara publik yang kemungkinan besarnya akan mulai berjalan di bulan Maret setelah pre-sale usai. Total keseluruhan penjualan publik untuk Petro, ditargetkan mampu mencapai 4.944 miliar usd, atau sekitar 66,6 trilyun rupiah. Harga per 1 Petro dibandrol senilai 60 usd, atau sekitar 808 ribu rupiah. Sebagai salah satu mata uang kripto, Petro juga kemungkinan besar akan diperdagangkan di beberapa bursa kripto seperti DEX maupun Etherdelta, atau juga di beberapa bursa kripto besar lainnya. (adi)

Add a comment