Satelit Bitcoin Blockstream Jangkau Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Satelit Bitcoin Blockstream Jangkau Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Satelit Bitcoin Blockstream Jangkau Asia Pasifik, Termasuk Indonesia

Bitcoin News
December 18, 2018 by adi
441
Satelit Bitcoin Blockstream akhirnya sudah jangkau wilayah Asia Pasifik. Aktivasi Telstar 18V untuk wilayah Asia Pasifik tersebut merupakan rencana tahap kedua untuk menjangkau seluruh wilayah di dunia secara global. Pengguna dapat mengirim transaksi dengan koneksi langsung pada satelit tersebut, tanpa harus terkoneksi internet, menggunakan Lightning Network.
Satelit Bitcoin Blockstream

Satelit Bitcoin Blockstream saat ini sudah menjangkau wilayah Asia Pasifik, termasuk juga untuk Indonesia. Dengan jangkauan tersebut, pengguna Bitcoin di Indonesia juga bisa mengirim transaksi bitcoin menggunakan Lightning Network.

Aktivasi jangkauan satelit Bitcoin Blockstream melalui Telstar 18V pada fase kedua untuk wilayah Asia ini memang berjalan sedikit lamban dari jangka waktu target awalnya. Namun dengan aktivasi tersebut, artinya satelit Bitcoin besutan Blockstream tersebut kini sudah menjangkau seluruh wilayah di dunia.

Satelit Blockstream ini pertama kali diluncurkan pada bulan Agustus 2017. Sejak awal, proyeksi satelit tersebut memang ditujukan agar pengguna Bitcoin bisa jauh lebih mudah mengakses jaringan bitcoin, meskipun tidak memiliki koneksi internet.

Sebelumnya, jangkauan satelite Bitcoin Blockstream ini hanya menjangkau wilayah Amerika Utara dan Selatan, Afrika, dan juga Eropa saja. Sedangkan sekarang, artinya pengguna bitcoin di seluruh dunia memiliki kesempatan untuk bisa bertransaksi bitcoin secara gratis, tanpa harus terkoneksi internet.

Satelit Bitcoin Blockstream Sudah Jangkau Wilayah Asia Pasifik
Fase II Satelit Bitcoin Blockstream sudah aktif, menjangkau wilayah Asia Pasifik, termasuk Indonesia dengan Telstar 18V.

Memberikan komentar di Bitcoin Magazine, Chris Cook selaku kepala proyek Satelit Blockstream mengatakan:

“Empat satelit sudah aktif saat ini, dengan cakupan wilayah di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, dan sekarang Asia Pasifik. Lebih banyak lagi yang akan ditambahkan dimasa depan untuk menyempurnakan secara global”, tandasnya.

Pengguna bitcoin dapat mengakses node di jaringan Bitcoin melalui satelit tersebut, dan menyiarkan transaksi yang memanfaatkan teknologi “Lightning Network”. Nilai biaya transaksi menggunakan Lightning Network ini juga jauh lebih murah, dengan hitungan per kilobyte.

Akses pengguna di daerah terpencil, jauh dari jangkauan internet atau terbatas koneksi, dapat langsung terhubung dengan satelit ini. Menurut Chris Cook, tujuan utama satelit Blockstream itu memang agar menguntungkan bagi komunitas bitcoin secara global.

Pihak Blockstream sendiri memang sudah melengkapi fitur pengolah pesan untuk bertransaksi menggunakan Lightning Network. Node yang terhubung pada satelit itu, disebut menjadi lebih aman karena proses singkronisasi pun hanya bersifat menerima saja, sehingga jauh dari celah potensi peretasan.

Selain itu, Blockstream sendiri juga bakal memperbarui layanan API yang siap diluncurkan dan beroperasi pada awal tahun 2019 mendatang. Bahkan sebelumnya, Blockstream juga merilis Liquid Network. Sekian banyak pembaruan, inovasi baik dari Blockstream ataupun yang lain, adopsi dan optimisme makin terlihat, dampaknya dimasa depan adalah untuk adopsi massal komunitas bitcoin yang lebih luas.

Add a comment