SEC Denda EtherDelta, Tak Peduli Bursa Token Terdesentralisasi

SEC Denda EtherDelta, Tak Peduli Bursa Token Terdesentralisasi

News
November 9, 2018 by adi
266
Tidak perduli bursa kripto terdesentralisasi atau tidak, SEC tetap denda EtherDelta karena sejak 2016 belum terdaftar resmi. Zachary Coburn tetap akan membayar total keseluruhan baik denda dan bunga sebesar USD 388.000.
SEC Denda EtherDelta

Penegakan hukum yang dilakukan oleh SEC (Securities and Exchange Commission) untuk bursa-bursa kripto makin ketat. Hal ini bahkan berlaku juga untuk bursa kripto dengan klaim terdesentralisasi. Untuk kali pertama, SEC memberikan denda terhadap EthelDelta yang didirikan oleh Zachary Coburn.

EtherDelta yang didirikan sejak tahun 2016 tersebut dianggap SEC sebagai sebuah bursa yang tidak berijin. Atas dasar itu, EtherDelta juga harus membayar denda karena telah lama beroperasi dan tidak terdaftar.

Keputusan pihak SEC tersebut nampak cukup banyak memahami seluk beluk dunia ICO dan juga token. Bagaimanapun juga, meski bentuk bursa EtherDelta menyebut sebagai bursa terdesentralisasi karena pengguna dapat bertransaksi langsung, namun obyek perdagangan token tersebut dianggap sebagai sebuah sekuritas yang harus tunduk dengan aturan yang berlaku.

Akibatnya, EtherDelta tersebut harus membayar denda dengan total USD 388.000. Dilansir dari Coindesk, Preston Byrne menilai denda SEC tersebut masih cukup murah. Menurut pengacara dari Firma hukum Byrne & Storm ini, undang-undang sekuritas di Amerika akan diberlakukan, partisipasi di pasar modal harus bekerjasama dengan SEC.

Ketika dunia token melalui banyak proyek ICO makin menggeliat, bursa-bursa kripto terdesentralisasi memang banyak bermunculan. Apa yang terjadi pada EtherDeltha, kemungkinan besarnya akan menyisir banyak lagi bursa-bursa kripto lain yang telah ada.

Nilai transaksi di EtherDelta memang tidak dapat disebut kecil. Sampai saat ini sudah ada 1.401 lebih pengguna di EtherDelta. Sedangkan dalam 24 jam terakhir sudah ada 1.079 perdagangan dilakukan. Andrew Hinkes, salah seorang profesor hukum dari Universitas New York menilai desentralisasi untuk platform DEX di segmen token itu relatif.

Hal itu terutama dipicu sejak tahun 2017 yang meningkat pesat sebagai entitas yang tidak mengantongi ijin. Sedangkan menurut pendapat pribadinya, Hinkes juga menyebut EtherDelta menerima token apapun yang masuk, tanpa ada pengawasan yang ketat. Hinkes menyatakan bahwa Kebanyakan token itu dibuat dari ERC20 Ethereum.

 

Add a comment