Vendor ASIC Cina Kena Imbas Perang Dagang Amerika

Vendor ASIC Cina Kena Imbas Perang Dagang Amerika

News
October 18, 2018 by adi
371
Beberapa vendor ASIC dari Cina terkena dampak karena perang dagang Amerika – Cina. Pemerintah Amerika menaikkan tarif bea masuk untuk barang-barang masuk dari Cina. Salah satu vendor yang dinilai kena imbas terbesar adalah Bitmain.
Vendor ASIC Cina Kena Imbas Perang Dagang Amerika

Presidan Amerika Serikat, Donald Trump telah menaikkan biaya tarif masuk barang import dari Cina sejak 23 Agustus lalu. Hal ini berdampak serius juga terhadap vendor ASIC Cina. Vendor ASIC yang dinilai terterkena dampak terbesar adalah Bitmain.

Bitmain ini adalah salah satu vendor ASIC untuk pertambangan cryptocurrency yang bermarkas di Beijing. Pemerintah AS melalui United States Trade Representative (USTR), menilai barang-barang untuk perangkat pertambangan cryptocurrency ini sebagai perangkat mesin elektrik. Sebelumnya, perangkat-perangkat ASIC itu masih dikategorikan sebagai mesin pengolah data.

Tarif baru yang diberlakukan untuk kategori perangkat ASIC pun melonjak lebih tinggi. Awalnya tarif tersebut adalah sebesar 2,6 persen. Dengan tarif yang baru, USTR telah manaikkan kategori perangkat mesin elektrik tersebut sebesar 25 persen. Artinya, total pajak yang harus dibayar untuk perangkat-perangkat ASIC itu adalah 27,6 persen.

Dikabarkan dari salah satu surat kabar harian Cina, Sout China Morning Post (16/10/18), bahwa dampak perang dagang Amerika – Cina ini tidak hanya berdampak pada Bitmain saja, namun juga beberapa vendor ASIC Cina lainnya.

Di Cina, beberapa vendor ASIC selain Bitmain memang telah ada dan bermunculan pula vendor baru. Beberapa vendor tersebut seperti Canaan dan juga EBang. Sedangkan untuk Bitmain selama ini memang telah banyak mendominasi pasar perangkat ASIC.

Pada bulan September lalu, Bitmain dikabarkan juga telah berhasil meraup pendanaan baru sebesar USD 3 milyar melalui IPO  di HongKong. Pemasaran produk-produk Bitmain di luar negeri selama ini berkisar hingga 51 persen di tahun 2016-2017.

Salah satu pendiri dan pengembang perangkat pertambangan cryptocurrency, LuTech, Ben Gagnon mengatakan, “Semua produsen rig pertambangan yang berbasis di Cina kemungkinan akan terpengaruh perubahan kode dan tarif, yang diberlakukan pada perdagangan AS”.

Selain permasalahan tingginya tarif tersebut, Bitmain juga harus berkompetisi dengan kompetitor terdekatnya. Beberapa kompetitor ASIC tersebut seperti GMO dari Jepang, dan juga Canaan di Cina.

Antara keduanya, baik GMO dan juga Canaan, juga telah meluncurkan varian chip ASIC yang cukup kompetitif dengan produk Bitmain seperti Antminer S9. Selain produk-produk tersebut menyebut lebih cepat, juga lebih hemat energi listrik ketimbang produk Bitmain.

Seorang analis senior Sanford C dari Bernstein Research di New York, Mark Li, menyebut dampak kenaikan tarif itu akan membuat vendor ASIC dari Cina menjadi lebih tidak kompetitif dibandikan dari produk negara lainnya.

Berdasarkan hasil laporan penelitiannya di bulan Oktober ini, Li mengungkapkan ada penurunan mendadak dan luar biasa untuk Bitmain. Hal tersebut terutama menyangkut penurunan besar pendapatan Bitmain.

Menurut Li, penurunan pendapatan itu mencapai USD 850 juta, atau kurang dari separoh yang pernah didapat di kuartal pertama yang berkisar USD 1,8 milyar. “Kami percaya Q2 di tahun 2018 menandakan kemunduran cepat untuk Bitmain”, seperti yang ditulis di laporannya.

Add a comment