ZCoin, Salah Satu Varian Kripto Dengan Privasi Tinggi

ZCoin, Salah Satu Varian Kripto Dengan Privasi Tinggi

Altcoin
November 8, 2018 by adi
247
ZCoin merupakan salah satu varian kripto dengan keunggulan privasi yang tinggi. Zcoin ini mulai diperkenalkan pada bulan September di tahun 2016. Di platform ini, privasi memang menjadi titik poin utama.
ZCoin, Salah Satu Varian Kripto Dengan Privasi Tinggi

Salah satu varian kripto dengan fitur privasi tinggi, ZCoin pertama kali diperkenalkan pada bulan September di tahun 2016. Pengembangan Zcoin sendiri berawal dari gagasan awal dari profesor Matthew D. Green dari Universitas Johns Hopkins bersama kedua anak didiknya yang telah lulus bernama Ian Miers dan Christina Garman.

Pada tahun 2013 lalu, Matthew, Ian, dan juga Christina Garman mulai mengusung ide tentang Zerocoin protocol yang diharapkan bisa diimplementasikan ke Bitcoin. Gagasan tersebut dilatarbelakangi dengan kebutuhan privasi yang relatif minim dimiliki oleh Bitcoin dalam proses transaksinya.

Protokol Zerocoin ini kemudian dikenal dengan salah satu fitur lainnya dengan service mixing transaksi untuk Bitcoin dalam meningkatkan anonimitas dalam transaksi. Beberapa tahun kemudian, di tahun 2016 Zcoin muncul untuk pertama kalinya yang mengintegerasikan protokol Zerocoin ini sepenuhnya.

Apa itu Zcoin?

Zcoin adalah salah satu varian altcoin dengan fitur privasi tinggi menggunakan zero knowledge proof. Zcoin menjadi salah satu yang pertama untuk menerapkan implementasi Zerocoin protocol sepenuhnya. Tidak lain, agar transaksi yang dilakukan dapat berjalan secara lebih anonim dengan cara yang lebih aman.

Privasi Menjadi Hal Utama

Bitcoin, memang telah bisa mendukung untuk berbagai implementasi yang memungkinkan dalam hal meningkatkan privasi. Sayangnya implementasi tersebut sampai sejauh ini juga masih menggunakan jalur yang tidak langsung terkait dengan jaringan inti Bitcoin.

Privasi untuk pengguna Bitcoin, sejauh ini mungkin banyak dilakukan dengan menggunakan jaringan TOR saja. Sementara jika kita melihat sisi kelemahan lain, saat menggunakan TOR, artinya pengguna juga menggunakan daya tambahan untuk mengoperasikan itu.

Transaksi Bitcoin secara umum, tidaklah bisa berfungsi secara sepenuhnya anonim. Alasannya jelas, berikut ini alasan-alasan tersebut:

  1. Karena public ledger bitcoin dapat diakses publik.
  2. Seluruh transaksi dibroadcast menyeluruh di dalam jaringan, dan di reply secara terus menerus oleh node.
  3. Karena transparansi transaksi yang cukup terbuka inilah yang menjadikan privasi menurun.

Dengan pencatatan kesejarahan transaksi tersebut, meskipun bitcoin menggunakan address sebagai pengganti ID pengguna, tetaplah dapat dipantau berdasarkan rentetan aktifitas transaksi dan relasi transaksi yang dilakukan. Hal tersebut juga dapat digunakan untuk membuat sebuah analisa transaksi yang kompleks, yang dapat mengungkap siapa pemilik transaksi sebenarnya.

Salah satu alternatif yang memungkinkan untuk meningkatkan privasi transaksi adalah dengan menggunakan mixing transaksi. Hanya saja, opsi ini tetap memiliki celah yang sama untuk bisa mengungkap transaksi sebenarnya.

Bagaimana bisa? Mixing transaksi bergantung dengan seberapa banyak pengguna yang ikut berpartisipasi di dalam transaksi tersebut. Semakin banyak partisipan di dalam mixing transaksi itu, maka privasi makin kuat. Sebaliknya, jika minim partisipan maka privasi juga ada celah. Celah itupun selanjutnya bisa digunakan untuk merangkai map link transaksi untuk dapat mengungkap pemilik transaksi.

Dalam hal ini, menjadi catatan penting adalah untuk dapat mengimplementasikan protokol privasi khusus yang diperlukan di dalam protokol inti. Disinilah ruang Zcoin mengambil peranan pentingnya, menggunakan Zero knowledge proof.

Zero Knowledge Proof

Salah satu pemahaman yang sederhana tentang fungsi Zero knowledge proof adalah sebuah metode yang dapat digunakan untuk membuat transaksi menjadi tidak dapat terlacak. Zcoin menggunakan metode yang sama sekali berbeda di dalam penerapan zero knowledge proof ini.

Zcoin menggunakan zero knowledge proof ini dengan proses burning coin yang telah ditambang. Tujuannya tidak lain agar tidak ada kesejarahan transaksi di dalam coin tersebut. Pada saat proses burning coin tadi, sekaligus untuk membuat coin baru lagi. Sehingga relasi transaksi coin tidak ada, karena menjadi sebuah coin baru yang ditambang. Cara inilah yang menjadi cara yang terbaik digunakan oleh Zcoin untuk meningkatkan privasi transaksi.

Melihat dari penjelasan singkat tadi, secara tidak langsung Zcoin sudah memiliki tiga kelebihan utama dalam soal privasi:

  1. Tidak ada kesejarahan transaksi yang dapat dianalisa
  2. Tidak memerlukan lagi proses mixing transaksi untuk meningkatkan privasi
  3. Sepenuhnya tidak terlacak

Oleh karena itu Zcoin menggunakan tiga kata penting sebagai slogan di dalam platformnya, Mint, Spend, Repeat.

Merkle Tree Proof of Work (MTP)

Pada bulan Mei 2018, pengembang Zcoin mulai memperkenalkan Merkle Tree Proof of Work, atau yang disingkat dengan MTP. Inisiatif dibalik implementasi MTP muncul ketika di awal bulan yang sama sebelumnya, pihak bitmain mulai memunculkan produk yang digadang-gadang support untuk menambang varian kripto berbasis Equihash.

Hal ini tentu saja menjadi perhatian khusus yang segera perlu ditindaklanjuti untuk pihak Zcoin. Oleh sebab itulah MTP kemudian diluncurkan. Untuk aktivasi MTP ini berjalan pada 10 Desember 2018 nanti. Bagi varian lain yang pernah menjadi imbasnya, dialami oleh ZenCash. Pada tanggal 2 Juni, Zencash sendiri bahwak diketahui telah sempat terjadi 51% attack.

MTP pada dasarnya berfungsi sama seperti halnya proof-of-work dalam ekosistem pertambangan. Namun tentusaja MTP menjadi cukup unik karena menggunakan algoritma yang memang khusus dan unik untuk bisa tahan terhadap ASIC. Jika tidak, maka yang terjadi bisa seperti yang dialami oleh Zencash.

Sebelumnya, Zcoin menggunakan algoritma Lyra2z. Lantas MTP kemudian dikembangkan untuk bisa diterapkan di dalam Zcoin. Pengusung algoritma MTP adalah Alex Biryukov dan Dmitry Khovratovic yang pernah menuliskan makalahnya pada tanggal 11 Juni 2016.

Pada saat itu, judul makalah Alex dan Dmitry adalah “Egalitarian Computing”. Inilah yang kemudian menjadi batu loncatan Zcoin untuk mengembangkan MTP lebih jauh. Secara khusus pengembangan MTP memang didasarkan kebutuhan untuk bisa tahan terhadap ASIC.

Alasan utamanya jelas, karena ASIC untuk ekosistem pertambangan di GPU based menjadi terganggu. Tidak hanya di Zcoin saja, namun potensi penguasaan jaringan memang menjadi momok berjamaah untuk keseluruhan cryptocurrency.

MTP yang dikembangkan oleh Zcoin, menjadi lebih unik karena implementasinya tidak mendiskriditkan untuk perangkat CPU. Karena pada akhirnya CPU pun bisa tetap kompetitif dengan perangkat GPU. Hal ini memungkinkan karena di dalam MTP berbasis pada hard memory algorithm. Upaya ini dipercaya mampu mengatasi infeksi botnet dalam ekosistem pertambangan.

CPU menjadi punya daya saing yang kompetitif karena konsep dasar MTP mampu membuat ukuran biaya yang sama untuk proses komputasi pada sebuah perangkat di berbagai platform apapun juga. Hal inilah yang menjadi titik tekan utama pada “Egalitarian Computing”.

Dengan MTP ini, mampu menangani besaran ukuran momori dari 2 GB hingga 8 GB. Dalam hal ini, MTP pun dapat dikatakan mampu melampaui untuk beberapa varian POW lain seperti pada Scrypt, CryptoNight, atapun juga Equihash.

Zcoin Wallet

WindowsMacLinuxElectrum Light Wallet

Edge WalletCoboZelCorePaytomat Wallet

Zcoin Explorer

Zcoin Resource

 

Add a comment